JARING.AIOPERASI KAMPANYE
Cari analisa

Kampanye & operasi

Rp27,4 miliar untuk menang

Survei LP3ES terhadap 478 kandidat kepala daerah mencatat pengeluaran rata-rata sekitar Rp20 miliar, dan Rp27,4 miliar untuk pemenang. Angka biaya politik lain yang beredar berdiri di atas sampel yang jauh lebih kecil.

JRTim Analisa JARING28 September 20264 menit baca2 kartu dataPrediksi 2031
Rombongan warga dan aparat membawa kotak suara di jalan tanah pegunungan
Kotak suara dikawal menuju pleno rekapitulasi di Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat, 2024.Foto: POLRI KPU-RI · Public domain · Wikimedia Commons

Berapa biaya menjadi kepala daerah? Survei LP3ES bersama KITLV Leiden, Universitas Diponegoro, dan UGM, terbit Juni 2026, bertanya langsung kepada 478 kandidat Pilkada 2024. Jawaban rata-ratanya sekitar Rp20 miliar. Kandidat yang menang rata-rata membelanjakan Rp27,4 miliar.

Hampir separuh dana itu berasal dari kekayaan pribadi atau keluarga. Sebanyak 87,8 persen kandidat melaporkan pengeluaran yang terkait mahar politik. Dan menurut survei yang sama, 41,3 persen anggaran kampanye Pilkada 2024 dipakai untuk membeli suara, praktik yang dilarang undang-undang.

Kartu data · 24 angka biayaRiset bersampel, bukan sensus

Angka biaya politik dan kekuatan buktinya

Saring menurut dasar angka. Meter di kanan menunjukkan kekuatan bukti, dari satu responden sampai aturan resmi.

24angka ditampilkan
5dari survei besar atau aturan resmi
4bersandar pada satu sumber tunggal
Harga bahan kampanye per itemAturan resmi · KPUmaksimal Rp100 rb (aturan 2024)
Mahar politikSurvei 478 kandidat · LP3ES87,8% kandidat kepala daerah melaporkan pengeluaran terkait
Sumber danaSurvei 478 kandidat · LP3EShampir 50% dari kekayaan pribadi atau keluarga
Pengeluaran aktual kandidat kepala daerah 2024Survei 478 kandidat · LP3ESrata-rata ±Rp20 M, pemenang Rp27,4 M
Porsi anggaran kampanye Pilkada 2024 untuk membeli suaraSurvei 478 kandidat · LP3ES41,3%
Survei 400 responden, Jawa & SumateraWawancara, sampel kecil · WFDRp135–150 jt
Survei 400 responden, Maluku & PapuaWawancara, sampel kecil · WFDRp180–350 jt
Survei pilkada kab/kotaPemberitaanRp120–150 jt
Survei pilkada provinsiPemberitaanRp225–350 jt
Konsultan, per penugasan strategiPemberitaanRp500–800 jt
Paket lengkap sampai pemenangan wali kotaPemberitaanRp5–7 M
Kasus ekstrem: konsultan sampai kursi didapatWawancara, sampel kecil · WFDRp14 M (kandidat menanggung Rp1,8 M)
Biaya administratif pencalonanWawancara, sampel kecil · WFD±Rp100 jt dari kantong pribadi
Peserta pertemuan masyarakatWawancara, sampel kecil · WFDRp50–100 rb per orang per acara
Efek marginal belanjaEstimasi model · estimasi ekonometrik+Rp100 jt ≈ +5% peluang menang
Insentif timWawancara, sampel kecil · WFDRp200 rb/orang/bulan menurut sebagian responden
Pendukung kampanye per caleg DPRWawancara, sampel kecil · WFD2.400–12.000
Honor saksi, kisaran pasar 2024PemberitaanRp200–350 rb (2019: Rp100–250 rb)
Cicilan petahana ke partaiWawancara, sampel kecil · WFD±Rp15 jt/bulan
Honor KPPSPemberitaan · ANTARAPemilu 2024 ketua Rp1,2 jt, anggota Rp1,1 jt; Pilkada 2024 Rp900 rb dan Rp850 rb
Cetak & kirim bahanSatu responden · WFD, satu respondensampai 45% total anggaran kampanye
Honor saksi, kalkulasi partaiPDI-PRp100 rb
Skala saksi nasionalPDI-Pminimal Rp165 M (823 rb TPS × 2 saksi × Rp100 rb)
Pembagian uang ke pemilih (praktik terlarang)riset (WFD)Rp100–500 rb per orang

Sumber: Dihimpun di riset/proses-pemilu/README.md: WFD/costofpolitics (Prihatini & Wardani, 2025), LP3ES/KITLV/Undip/UGM (Juni 2026), pemberitaan, dan aturan KPU.

Membaca angka biaya dengan benar

  • "Rata-rata Rp5 miliar" untuk caleg DPR berasal dari tujuh responden wawancara WFD. Rentangnya Rp200 juta sampai Rp160 miliar, jelas memuat pencilan.
  • "Sampai 45 persen untuk cetak dan kirim" berasal dari satu responden. Kata "sampai" berarti batas atas, bukan rata-rata.
  • "±Rp20 miliar" dari LP3ES adalah satu-satunya angka di daftar ini yang bersandar pada survei ratusan kandidat. Tetap bukan sensus, dan hanya untuk Pilkada.

Keduanya kredibel. Tidak satu pun sensus.

Catatan riset proses pemilu JARING tentang WFD dan LP3ES
Empat kotak suara transparan di atas meja TPS
Empat kotak suara di TPS 045 Tebet Timur, Jakarta, 14 Februari 2024.Foto: Faldi00 · CC BY-SA 4.0 · Wikimedia Commons

Prediksi 2031Proyeksi, bukan hasil

Berapa biaya menang pada pemilu daerah 2031?

Kalau pola 2024 bertahan dan biaya naik mengikuti inflasi, angka rata-rata dan angka pemenang akan bergerak seperti di bawah. Kartu ini tidak memperhitungkan kemungkinan biaya naik lebih cepat karena pemilu daerah digabung dengan DPRD.

Kartu prediksiModel · asumsi bisa digeser

Pengeluaran kandidat kepala daerah, 2024 dan 2031

Titik tolak: survei LP3ES 2024.

4,0%
Rp36,1 miliarrata-rata pemenang 2031
Rp9,7 miliarselisih pemenang dan rata-rata
0 M10 M20 M30 MRata-rata kandidatRp26,3 miliarRata-rata pemenangRp36,1 miliar

Sumber: Model JARING di atas LP3ES/KITLV/Undip/UGM (Juni 2026).

Asumsi yang dipakai
  • Angka 2024 dari survei LP3ES berlaku rata untuk semua daerah.
  • Semua pos biaya naik dengan laju yang sama.
  • Tidak memperhitungkan penggabungan dengan DPRD atau perubahan aturan dana kampanye.
Seberapa yakin kamiAngka dasarnya berasal dari pengakuan kandidat, dan pos terbesarnya tidak dilaporkan secara resmi.

Pertanyaan yang menggantung

Kalau pemenang rata-rata membelanjakan Rp27,4 miliar, siapa yang sebenarnya bisa mencalonkan diri pada 2031?

Hampir separuh dana berasal dari kekayaan pribadi atau keluarga. Angka itu bercerita tentang siapa yang masuk arena, sebelum bercerita tentang siapa yang menang.

Tebakan Anda?

Lanjutkan dari sini

Sumber & metode (3)
  1. LP3ES/KITLV Leiden/Undip/UGM, "The Price of Power" (Juni 2026), survei 478 kandidat kepala daerah. lp3es.or.id.
  2. Prihatini & Wardani, WFD/costofpolitics (2025). PDF.
  3. Himpunan 24 angka dan caveat-nya: riset/proses-pemilu/README.md.

Analisa berikutnya