Pemilih
Februari 82 persen, November 68 persen
Pemilih yang sama lebih banyak tinggal di rumah sembilan bulan kemudian. Dua angka ini juga mudah dibandingkan secara keliru, dan artikel ini menjelaskan caranya membandingkan dengan benar.

Pada 14 Februari 2024, 167,7 juta orang menggunakan hak pilihnya untuk DPR. Sembilan bulan kemudian, di 26 provinsi yang datanya tersedia, pengguna hak pilih Pilgub hanya 68,21 persen dari DPT. Di Kepulauan Riau angkanya 54,61 persen.
Di tingkat kabupaten/kota, 68 Pilbup dan Pilwalkot yang datanya lengkap menunjukkan median 73,3 persen. Kota Batam terendah dengan 48,54 persen. Kabupaten Pegunungan Bintang mencatat 97.311 pengguna dari 97.313 pemilih terdaftar.

Tidak semua penurunan sama
Tiga provinsi dengan angka Pilgub terendah (Kepulauan Riau, Sumatera Utara, Sumatera Barat) semuanya di bawah 58 persen. Sulawesi Tenggara, Bengkulu, dan Papua Barat justru di atas 79 persen. Pemilih yang sama, pada tahun yang sama, merespons pilkada dengan sangat berbeda antar-provinsi.
Prediksi 2031Proyeksi, bukan hasil
Pemilu daerah 2031 berdiri sendiri. Siapa yang datang?
Pada pemilu daerah berikutnya, paling cepat Oktober 2031, kepala daerah dan DPRD dipilih bersamaan, terpisah dari pemilu nasional. Ada dua kemungkinan. Menggabungkan DPRD bisa menarik lebih banyak pemilih. Tanpa Pilpres di surat suara, bisa juga lebih sedikit yang datang. Geser efeknya.
- Titik tolak 68,21% dari 26 provinsi, bukan seluruh 37 provinsi Pilgub.
- Efek penggabungan DPRD dan kepala daerah sama di semua provinsi.
- DPT 2031 sekitar 218 juta, dari pertumbuhan 1,2% per tahun.
Pertanyaan yang menggantung
Kalau hampir sepertiga pemilih tidak datang ke pilkada, siapa yang sebenarnya memilih kepala daerah, dan apakah pemilu daerah 2031 akan memperbaikinya?
Kita tahu berapa yang datang. Kita tidak tahu siapa yang tidak datang: usia, jarak ke TPS, atau alasan lain.
Tebakan Anda?
Lanjutkan dari sini
Sumber & metode (2)
- Keputusan KPU 1043/2024, tingkat partisipasi Pemilu DPR per dapil. PDF.
- Hasil Pilgub dan Pilbup 2024:
data/pelajaran-2024/hasil.json(SK penetapan KPU provinsi dan kab/kota). Data sendiri memperingatkan bahwa pengguna hak pilih ÷ DPT bukan partisipasi resmi.
Analisa berikutnya
Pemilih
dapil DPR dengan data disabilitas lengkap
pemilih disabilitas di Sulawesi Tengah, 0,684% DPT
dapil yang punya tabel disabilitas, lengkap atau sebagian
Pemilih disabilitas ada di TPS, tidak di SK
SK penetapan DPT hanya mencatat laki-laki, perempuan, dan total. Jumlah pemilih disabilitas per dapil lengkap untuk dua dari 84 dapil DPR.
4 menit2 kartu data
Pemilih
pemilih dalam dan luar negeri, rekap PDPB nasional Semester I 2026 (Keputusan KPU 264/2026, 20 Juli 2026)
selisih bersih dari DPT Pemilu 2024 (Keputusan KPU 857/2023 jo. 1760/2023) ke PDPB Semester I 2026, atau 9.547.445 pemilih
provinsi yang daftarnya bertambah sejak DPT Pemilu 2024; DK Jakarta berkurang 18.162 pemilih (hitungan JARING dari Keputusan KPU 857/2023 jo. 1760/2023 dan 264/2026)
Daftar pemilih kini 214 juta, dan hanya Jakarta yang menyusut
Rekap daftar pemilih berkelanjutan Semester I 2026 mencatat 214.354.667 pemilih, 9,5 juta lebih banyak daripada DPT Pemilu 2024. Daftar bertambah di 37 dari 38 provinsi; DK Jakarta satu-satunya yang berkurang. Berapa yang pemilih baru dan berapa yang dicoret tidak dilampirkan dalam keputusan penetapan nasionalnya.
14 menit3 kartu data
Pemilih
Gen Z + milenial di DPT Pilkada 2024
pemilih Gen Z
dapil DPR dengan data generasi lengkap
Enam dari sepuluh pemilih adalah Gen Z atau milenial
Dari 203,7 juta pemilih Pilkada 2024, 58,95 persen tercatat sebagai Gen Z atau milenial. Di tingkat nasional angkanya rapi. Di tingkat dapil, datanya berlubang.
5 menit3 kartu data