Parlemen
Dua puluh satu nama, lima daftar
Dari 2.825 baris nama di lima daftar calon terpilih KPU sejak 2004, hanya 21 orang yang tercatat di kelimanya. Sisanya berganti lebih cepat dari yang dikira, dan tidak semua pergantian terjadi di hari pemilu.

Setiap lima tahun KPU menerbitkan daftar calon terpilih DPR. Daftar itu mencatat baris nama, bukan orang: nama yang sama bisa ditulis dengan gelar berbeda, dapil berbeda, bahkan partai berbeda. Untuk tahu siapa yang bertahan, baris-baris itu harus ditautkan satu per satu.
Ruang Dewan, observatorium DPR yang sedang disiapkan JARING, melakukan itu untuk lima daftar: 550 nama 2004, 560 nama 2009, 560 nama 2014, 575 nama 2019, dan 580 nama 2024. Sebuah tautan disebut ditinjau bila ada sumber di luar daftar KPU yang menyatakan dua baris itu orang yang sama: profil DPR, berita, tanggal lahir yang cocok. Tautan yang hanya bersandar pada nama yang sama persis disebut sementara.
Angkanya naik dari periode ke periode: 137 nama pada 2009, 229 pada 2014, 275 pada 2019, dan 310 pada 2024. Tetapi bagian yang ditinjau hampir tetap, sekitar 130 nama per periode. Kenaikan terbesar datang dari tautan sementara. Sebagian besar kemungkinan memang orang yang sama, tetapi sampai ada sumber kedua, angka 53% untuk 2024 adalah batas atas, bukan hasil hitung yang pasti.
Tidak tertaut ke daftar sebelumnya bukan bukti orang baru. Tidak ditemukan di daftar berikutnya bukan bukti berhenti.
Definisi Ruang Dewan
Dua puluh satu nama
Hanya 21 orang yang barisnya tertaut di kelima daftar, dan kedua puluh satu tautan itu sudah ditinjau. Tidak satu pun berpindah partai selama dua puluh tahun. Daftar ini bukan peringkat masa jabatan terlama: orang yang pernah absen satu periode tidak masuk, jabatan sebelum 2004 tidak dihitung, dan daftar calon terpilih tidak membuktikan seseorang menjabat penuh.
Pergantian yang tidak terjadi di hari pemilu
Daftar calon terpilih adalah potret hari penetapan. Setelah itu kursi bisa berpindah tangan lewat pergantian antarwaktu (PAW): anggota meninggal, mundur untuk menjadi menteri atau kepala daerah, atau diberhentikan partainya. Ruang Dewan kini mencatat 283 PAW yang bersumber. Periode 2014 ke atas diambil dari register PAW KPU. Periode 2009 disusun dari berita resmi DPR dan MPR serta media, dan periode 2004 dari dua berita DPR tahun 2009.
Salah satu pelajaran dari penyusunan data ini: sumber sekunder yang paling mudah dijangkau tidak selalu benar. Wikipedia menulis pengganti Sutjipto (Demokrat, Jawa Timur VIII) sebagai "Sofjan Ali"; siaran pers MPR menunjukkan penggantinya K.H. Ahmad Mustain Syafi'i. Tiga PAW 2009–2014 bahkan tidak tercatat di Wikipedia sama sekali, termasuk pengganti Roy Suryo setelah ia menjadi menteri.
Yang belum dihitung
- Hari menjabat. Daftar calon terpilih tidak membuktikan masa jabatan penuh; PAW baru sebagian tercatat untuk 2004 dan 2009.
- Tautan sementara. 176 nama 2024 tertaut ke 2019 hanya karena namanya sama. Sebagian bisa ternyata orang berbeda.
- Jabatan sebelum 2004. Beberapa nama, seperti Agun Gunandjar Sudarsa, sudah di DPR sejak 1997; hitungan di sini dimulai 2004.
- Tanggal pelantikan, komisi, latar belakang, relasi keluarga. Belum dikumpulkan.
Prediksi 2029Proyeksi, bukan hasil
Berapa nama 2024 akan muncul lagi di daftar 2029?
Dari 580 baris 2024, 310 sudah ada di daftar 2019. Kalau pola itu bertahan, sekitar separuh anggota DPR 2029 akan wajah lama. Tetapi dua hal bisa menekannya: pemilu nasional 2029 dipisah dari pemilu daerah sesudah Putusan MK 135/PUU-XXII/2024, dan sebagian petahana mungkin memilih jalur daerah pada 2031. Geser peluangnya dan lihat hasilnya.
- Jumlah kursi 2029 dianggap tetap 580.
- Tingkat bertahan historis memuat tautan sementara; angka sebenarnya bisa lebih rendah.
- Tidak memperhitungkan petahana yang pindah ke jalur pemilu daerah 2031 atau wafat sebelum 2029.
Pertanyaan yang menggantung
Kalau separuh DPR 2029 adalah nama lama, apa yang sebenarnya dipilih ulang pemilihnya: orangnya, partainya, atau kebiasaan?
Data bisa menunjukkan siapa yang bertahan. Data belum bisa menunjukkan mengapa pemilih terus memilihnya.
Tebakan Anda?
Lanjutkan dari sini
Sumber & metode (4)
- Ruang Dewan, observatorium DPR yang sedang disiapkan JARING, data 28 September 2026: daftar calon terpilih KPU 2004–2024, register identitas lintas periode, dan peristiwa PAW.
- Keputusan KPU 416/2014, 1318/2019, 1206/2024 (daftar calon terpilih); daftar KPU 2 September 2009; arsip Word KPU 2004.
- Register PAW KPU, publikasipaw.kpu.go.id; berita Setjen DPR dan siaran pers MPR 2009–2014 (arsip Wayback); Buletin Parlementaria DPR No. 747.
- Putusan MK 135/PUU-XXII/2024 tentang pemisahan pemilu nasional dan daerah.
Analisa berikutnya
Pemilih
Gen Z + milenial di DPT Pilkada 2024
pemilih Gen Z
dapil DPR dengan data generasi lengkap
Enam dari sepuluh pemilih adalah Gen Z atau milenial
Dari 203,7 juta pemilih Pilkada 2024, 58,95 persen tercatat sebagai Gen Z atau milenial. Di tingkat nasional angkanya rapi. Di tingkat dapil, datanya berlubang.
5 menit3 kartu data
Parlemen
suara partai lolos ambang di dapil tempat partai itu tanpa kursi, Pemilu DPR 2024, 84 dapil (8,43% suara sah)
median porsi suara terkecil yang masih berkursi di 11 dapil DPR 3 kursi, 2024
dapil DPR 2024 yang memberi kursi ke kedelapan partai lolos ambang
Ambang kedua: lolos 4 persen, belum tentu berkursi di dapil
Delapan partai melewati ambang nasional 4 persen pada Pemilu DPR 2024. Di 74 dari 84 dapil, paling sedikit satu di antaranya tetap tanpa kursi: 12,8 juta suara, 8,43 persen suara sah. Ambang kedua itu paling tinggi di dapil yang kursinya paling sedikit.
13 menit4 kartu data
Parlemen
suara sah DPD 2024, 38 provinsi, untuk calon di luar empat suara terbanyak di provinsinya
provinsi dengan selisih suara peringkat 4 dan 5 DPD 2024 di bawah 1 poin persen suara sah
pemilih terdaftar per kursi DPD 2024, Jawa Barat dibanding Papua Selatan
Hampir separuh suara DPD jatuh di luar empat besar
Pada Pemilu 2024, 48,11 persen suara sah DPD jatuh ke calon di luar empat suara terbanyak di provinsinya. Di 21 dari 38 provinsi, kursi keempat diputus selisih kurang dari satu poin persen.
11 menit3 kartu data