JARING.AIOPERASI KAMPANYE

Wilayah

Satu provinsi, lima peringkat yang tidak sepakat

Indramayu paling miskin di Jawa Barat menurut BPS, tetapi tiga besar terbaik untuk sanitasi. Kota Sukabumi sebaliknya. Memilih indikator sama dengan memilih daerah prioritas.

JRTim Analisa JARING28 September 20264 menit baca2 kartu dataPrediksi 2029
Gedung Sate di Bandung dengan halaman luas
Gedung Sate, kantor Gubernur Jawa Barat, Oktober 2024.Foto: Rahmatdenas · CC BY-SA 4.0 · Wikimedia Commons

Peta Masalah JARING memuat 65 indikator untuk 27 kabupaten/kota di Jawa Barat, 33 di antaranya bisa diperingkat. Kalau semua indikator menunjuk daerah yang sama, memilih prioritas akan mudah. Ternyata tidak.

Kartu data · 27 kab/kotaData JARING

Peringkat kabupaten/kota Jawa Barat per indikator

Urutan dari yang paling buruk. Indramayu dan Kota Sukabumi disorot.

#1Indramayu dari 27 (1 = terburuk)
#17Kota Sukabumi dari 27
BPS Jawa Barat, 2025sumber indikator ini
035810Kab. Indramayu11,02%Kota Tasikmalaya10,84%Kab. Kuningan10,74%Kab. Majalengka10,31%Kab. Cirebon10,23%Kab. Tasikmalaya10,15%Kab. Bandung Barat9,87%Kab. Cianjur9,82%Kab. Garut9,39%Kab. Subang9,23%Kab. Sumedang8,81%Kota Cirebon8,66%Kab. Pangandaran8,03%Kab. Purwakarta7,87%Kab. Ciamis7,19%Kab. Karawang7,08%Kota Sukabumi6,90%Kab. Sukabumi6,41%Kab. Bogor6,26%Kab. Bandung6,04%Kota Bogor5,89%Kota Banjar5,73%Kab. Bekasi4,36%Kota Cimahi4,20%Kota Bekasi3,96%Kota Bandung3,78%Kota Depok2,31%rata-rata 7,6

Sumber: BPS Jawa Barat (P0 2025, sanitasi 2025, IPM 2024), Pusdatin Kemendikdasmen (RLS 2025), BKPK Kemenkes (SSGI 2024). data/peta-masalah/kabkota-jabar.json.

Peta Masalah ↗

Indramayu memegang peringkat terburuk untuk kemiskinan (11,02 persen), rata-rata lama sekolah (7,06 tahun), dan angka kematian bayi (14,78 per 1.000 kelahiran hidup, SP2020). Untuk sanitasi layak, Indramayu justru ketiga terbaik dengan 93,41 persen. Kota Sukabumi terburuk untuk sanitasi (46,61 persen) walaupun kemiskinannya hanya 6,90 persen.

Petani berdiri di tengah padi yang tinggi
Petani padi mengusir burung sebelum panen di Desa Walahar, Karawang.Foto: Kuncoro Widyo Rumpoko · CC BY-SA 4.0 · Wikimedia Commons

Yang terjadi kalau indikator digabung

Menggabungkan indikator menjadi satu indeks terdengar netral. Kenyataannya, setiap indeks menyimpan keputusan: indikator mana yang masuk, dan berapa bobotnya. Indramayu adalah contoh paling tajam. Kabupaten ini terburuk untuk kemiskinan dan lama sekolah, tetapi terbaik kedua untuk stunting menurut SSGI 2024 dan ketiga terbaik untuk sanitasi. Begitu stunting dan sanitasi ikut dihitung, Indramayu turun dari daftar prioritas.

Prediksi 2029Proyeksi, bukan hasil

Daerah prioritas di janji kampanye 2029

Geser bobot empat indikator. Nilai gabungan memakai skor baku (z) tiap indikator, diarahkan supaya angka lebih tinggi selalu berarti lebih buruk.

Kartu prediksiModel · asumsi bisa digeser

Sepuluh prioritas menurut bobot Anda

Skor gabungan = jumlah bobot × skor baku. Skor 0 = rata-rata Jawa Barat.

5
5
5
5
Kab. Bandung Baratprioritas pertama pada bobot ini
Bandung Barat, Tasikmalaya, Kt. Tasikmalayatiga teratas
0,00,51,01,5Kab. Bandung Barat1,37Kab. Tasikmalaya0,69Kota Tasikmalaya0,65Kab. Garut0,57Kab. Kuningan0,57Kab. Sukabumi0,55Kab. Majalengka0,42Kota Sukabumi0,28Kab. Cirebon0,26Kab. Ciamis0,25

Sumber: Model JARING di atas indikator Peta Masalah.

Asumsi yang dipakai
  • Empat indikator dianggap setara dalam satuan skor baku.
  • Tahun data berbeda (2024–2025) dianggap sebanding.
  • Indeks ini alat untuk menguji kepekaan, bukan indeks resmi.
Seberapa yakin kamiKami menguji 624 kombinasi bobot (0, 2, 5, 8, atau 10 untuk tiap indikator). Bandung Barat menjadi prioritas pertama di 484 kombinasi. Indramayu, terburuk untuk kemiskinan dan lama sekolah, hanya di 40.

Pertanyaan yang menggantung

Kalau setiap pilihan bobot menghasilkan daftar prioritas yang berbeda, siapa yang berhak menentukan bobotnya: kandidat, pemilih, atau data?

Data bisa memberi peringkat per indikator. Data tidak bisa menentukan apakah sanitasi lebih penting daripada sekolah.

Tebakan Anda?

Lanjutkan dari sini

Sumber & metode (4)
  1. BPS Provinsi Jawa Barat: persentase penduduk miskin 2025 (var 919), sanitasi layak 2025 (var 728), IPM 2024 (var 123). jabar.bps.go.id.
  2. Pusdatin Kemendikdasmen: Rata-rata Lama Sekolah 2025. npd.kemendikdasmen.go.id.
  3. BPS: Angka Kematian Bayi hasil Long Form SP2020.
  4. Garis kemiskinan Garut dan Kota Depok: data/peta-masalah/README.md.

Analisa berikutnya